Ragam Alasan Pihak Asuransi Mobil Menolak Klaim

Banyak pemegang polis asuransi mobil merasa kesal dan kecewa karena mereka tidak berhasil mendapatkan uang pertanggungan atau uang ganti rugi setelah mengajukan klaim. Hal ini terjadi karena klaim mereka tidak diterima oleh pihak asuransi. Mereka biasanya marah-marah dan menumpahkan kekesalan mereka dengan menghina atau berprasangka buruk terhadap perusahaan asuransi. Padahal pihak asuransi sudah menjalankan prosedur yang sudah ada. Tahukah Anda apa alasan mereka menolak klaim tersebut? Tentu mereka memiliki alasan tersendiri mengapa melakukan hal tersebut dan beberapa alasan umum mereka adalah:

Nasabah sering menunggak premi

Bila uang pertanggungan atau ganti rugi merupakan hak dari pemegang polis, premi adalah kewajiban mereka yang sudah seharusnya dibayar setiap tahun sesuai ketentuan berlaku. Apabila mereka tidak membayar atau sering menunggak, hak mereka pun akan bernasib sama yang mana pihak asuransi tidak akan memberikan hak mereka sebelum mereka melunasi tunggakan. Ini adalah alasan yang cukup kuat untuk menolak klaim yang dilakukan oleh nasabah dan nasabah pun tidak bisa berkelit bila sudah mengetahui alasannya. Namun, bila nasabah berusaha untuk menyelesaikan premi-premi yang belum mereka bayar secepatnya, pihak asuransi bisa saja memproses klaim karena sudah ada prilaku baik dan sikap bertanggung jawab yang dilakukan oleh nasabah. Bila hal ini tidak dilakukan dan nasabah tetap komplain atau menjelek-jelekkan pihak asuransi, mereka bisa saja dituntut dan harus menghadapi kasus pencemaran nama baik.

Kronologis yang disampaikan tidak sesuai dengan keterangan pihak kepolisian atau saksi

Pihak asuransi akan mengecek kronologis kejadian yang disampaikan oleh pemegang polis dengan keterangan pihak kepolisian atau saksi. Apabila dari keterangan yang didapat terdapat sedikit perbedaan, pihak asuransi bisa memakluminya karena bisa saja pemegang polis yang mengalami kejadian sempat tidak sadarkan diri atau lupa pada beberapa bagian peristiwa. Di sisi lain, jika keterangan yang didapat melenceng jauh, tentu mereka tidak akan memproses klaim tapi justru menolaknya. Hal ini mereka lakukan karena mereka menganggap bahwa sudah ada indikasi penipuan dalam klaim tersebut. Misalnya, jika nasabah mengatakan bahwa kecelakaan terjadi karena dia ditabrak mobil lain dan menabrak pohon tapi dari keterangan yang didapat, nasabah ternyata mengalami kecelakaan tunggal yang mengakibatkan mobil menabrak pohon. Bisa pula, nasabah mengaku bahwa mobilnya diserempet orang tidak dikenal tapi menurut keterangan yang didapat, lecet pada mobil nasabah disebabkan oleh kelalaian mereka ketika memarkirkan mobil atau karena disenggol oleh kendaraan kerabat mereka sendiri. Dengan adanya perbedaan keterangan ini, jelas pihak asuransi tidak bisa menerima klaim begitu saja.

SIM dan STNK tidak sesuai dengan mobil yang mengalami kerusakan/hilang

SIM dan STNK harus dibawa dan ditunjukkan atau setidaknya fotokopi dari kedua dokumen ini harus dilengkapi ketika mengajukan klaim. Masalahnya adalah sejumlah nasabah yang melakukan klaim sudah melengkapi dokumen ini tapi baik SIM atau STNK yang disertakan tersebut tidak sesuai dengan mobil yang mengalami kerusakan atau hilang. Jelas ini merupakan salah satu indikasi tindak penipuan yang tidak bisa ditolerir oleh pihak asuransi. Mereka sudah pasti akan langsung menolak klaim yang sudah diajukan karena menganggap bahwa nasabah sudah mencoba melakukan penipuan. Ya, pihak asuransi akan mengecek kedua berkas tersebut sebelum memproses klaim dan memastikan bahwa berkas sesuai dengan kendaraan yang mengalami kerugian. Bila cocok, mereka akan memproses klaim dan bila tidak, mereka akan langsung menolak klaim.

FAQ sebelum Membeli Asuransi Kesehatan

Biaya berobat dan rawat inap semakin tahun semakin naik. Mahalnya biaya berobat tidak semua orang sanggup berobat di rumah sakit apalagi harus dirawat di rumah sakit. Sebagian orang lebih memilih berobat jalan dan berobat ke klinik yang biayanya relatif lebih murah. Ini dilakukan karena terbatasanya biaya untuk berobat. Maka dari itu, salah satu cara yang dapat dipilih untuk menyiasati besarnya biaya berobat yaitu membeli asuransi kesehatan. Asuransi kesehatan adalah produk asuransi yang menjamin soal biaya kesehatan dan perawatan para anggota asuransi yang terdapat di dalam perusahaan asuransi. Adanya asuransi kesehatan, tidak harus membuat Anda pusing mencari pinjaman kesana kemari untuk membayar rumah sakit karena semua biaya rumah sakit telah menjadi tanggung jawab dari pihak asuransi. Tertarik untuk membeli asuransi kesehatan? Yuk, ketahui ini dulu sebelum akhirnya membeli asuransi kesehatan.

Apa saja jenis perlindungan yang ada?

Sebelum akhirnya memutuskan membeli asuransi kesehatan, yang harus diketahui yaitu mengenai jenis perlindungannya. Apakah biaya inap, obat, dan biaya dokter menjadi tanggung jawab dari pihak asuransi atau tidak. Untuk itu, pastikan terlebih dahulu mengenai informasi satu ini. Semakin banyak perlindungan, maka semakin bagus. Tidak menutup kemungkinan juga perusahaan asuransi kesehatan akan menawarkan jenis produk tambahan. Nah, untuk yang satu ini sebaiknya harus jelih memilih mana yang menurut Anda penting dan mana yang tidak. Perlu Anda ketahui semakin banyak perlindungan atau nilai tambah yang dipilih, dapat membuat nilai premi semakin tinggi.

Berapa banyak rumah sakit yang berkerjasama?

Cari tahu terlebih dahulu, asuransi ini berkerjasama dengan rumah sakit mana saja apakah hanya di satu daerah atau kota saja atau telah menyebar luas. Jika perusahaan asuransi kesehatan telah menjalin kerjasama banyak rumah sakit, ini dapat mempermudah Anda ketika berobat. Bisa saja salah satu rumah sakit yang ada dekat lokasi rumah Anda atau juga dekat tempat kerja sehingga dapat dengan mudah Anda untuk berobat.

Berapa besar biaya premi harus dibayar?

Yang satu ini tidak kalah pentingnya untuk diketahui saat membeli asuransi kesehatan. Umumnya untuk biaya premi ini setiap perusahaan asuransi berbeda-beda. Namun, yang dapat mempengaruhi besar kecilnya premi dapat dilihat dari berapa banyak cakupan perlindungan yang dipilih dan penyakit apa yang diderita. Semakin banyak perlindungan yang diambil dan semakin parah penyakit, maka bisa jadi premi yang harus dibayar cukup besar. Oleh karena itu, jangan heran jika premi Anda lebih besar dari pada orang lain.

Apa saja syarat-syarat mengajukan klaim?

Klaim merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk meminta bayaran terhadap apa yang telah disepakati. Kendatai demikian, banyak juga orang yang mengajukan klaim tapi klaimnya ditolak. Ini juga bisa terjadi pada Anda, bila Anda tidak memenuhi syarat-syarat yang telah dibuat bersama. Maka dari itu, cari tahu terlebih dahulu apa saja syarat-syarat mengajukan klaim asuransi kesehatan. Adapun syarat-syarat mengajukan klaim pada perusahaan asuransi kesehatan yaitu: Mengisi formulir klaim, surat keterang dokter, fotocopy hasil pemeriksaan di rumah sakit, fotocopy indentitas pemeng polis (KTP), dan dokumen-dokumen penting lainnya.

Asuransi merupakan salah satu upaya untuk melindungi finansial yang dimiliki. Jika Anda tidak ingin keluar banyak uang saat sakit, sebaiknya membeli asuransi kesehatan. Namun, sebelum akhirnya membeli sebaiknya, mencari informasi seputar asuransi kesehatan terlebih dahulu.