Mengapa Asuransi Mobil Penting?

Banyak pemilik kendaraan yang tidak mau membeli asuransi mobil karena mereka berpikir bahwa membeli produk asuransi lainnya jauh lebih penting. Mereka mungkin punya asuransi kesehatan atau jiwa tapi tidak car insurance. Apakah Anda memiliki mobil pribadi? Jika iya, apakah Anda sudah mengasuransikan kendaraan roda empat tersebut? Jika belum, yuk segera diasuransikan kendaraan tersebut karena perlu Anda ketahui bahwa:

Kecelakaan kendaraan tidak bisa diprediksi

Tidak dapat dipungkiri bahwa kecelakaan lalu lintas kerap terjadi di mana saja dan kapan saja tanpa kenal jenis apa kendaraannya dan siapa pengemudinya. Dampak terparah dari kecelakaan lalu lintas adalah hancurnya atau terbakarnya mobil dan meninggalnya pengemudi atau korban yang tertabrak. Hal ini jelas ingin dihindari oleh setiap pengendara tapi ini jelas tidak mudah. Seperti yang mungkin Anda ketahui bahwa pengemudi yang sudah berpengalaman saja pasti pernah mengalami kecelakaan lalu lintas, entah dia ditabrak atau menabrak. Nah, bila Anda berpikiran bahwa asuransi mobil itu tidak penting karena Anda selalu menyetir dengan pelan dan hati-hati, Anda salah besar karena Anda tidak tahu karakter dari pengemudi lain. Ya, Anda mungkin sudah menaati peraturan, bagaimana dengan pengemudi lain yang bisa saja kebut-kebutan dan kemudian menyerempet atau bahkan menabrak mobil dari depan, belakang, atau samping. Mungkin Anda berpikir bahwa mobil yang lecet tidak menjadi masalah tapi ketahui bahwa butuh dana ratusan atau jutaan rupiah untuk menghilangkan lecet tersebut (tergantung tingkat lecet yang diderita, apakah serius/banyak atau tidak).

Lalu, pikirkan bagaimana jika kendaraan Anda mengalami kerusakan parah akibat ditabrak oleh pengendara lain? Anda mungkin akan meminta mereka untuk mengganti rugi tapi bagaimana jika tersangka kabur atau meninggal dunia? Tidak mungkin kan bila Anda harus menaggih ganti rugi dengan orang yang sudah meninggal atau tidak tahu rimbanya? Sebaliknya, bila Anda punya polis asuransi mobil, semua kerugian akan ditanggung oleh pihak asuransi sehingga Anda tidak perlu tertekan atau bahkan stres karena harus mengeluarkan banyak uang untuk memperbaiki kerusakan pada kendaraan Anda.

Mobil bisa hilang kapan saja

Bila dibandingkan dengan motor, memang mobil cukup sulit untuk dicuri. Meskipun demikian, bila pemilik mobil tidak siaga atau sering lalai dalam mengunci kendaraannya, mobil bisa hilang kapan saja. Kejadian ini bisa saja terjadi di rumah atau bahkan di tengah jalan karena begal. Bila mobil sudah hilang, Anda hanya bisa menyerahkan kasus ini ke pihak kepolisian dan menunggu hasilnya. Untung jika mobil bisa ditemukan, bagaimana jika tidak karena penjahat sudah memodifikasi mobil, menyimpannya untuk beberapa tahun lamanya, atau menjual per bagian mobil. Tidak akan ada pihak yang mau mengganti rugi atas kerugian yang Anda derita. Anda pun akan menyesal dan depresi karena kehilangan aset senilai ratusan juta rupiah.

Di sisi lain, apabila Anda memiliki polis asuransi mobil, Anda tidak perlu khawatir akan kehilangan ini karena Anda tinggal mengklaim polis Anda dan segera mendapatkan uang pertanggungan atas kerugian yang sudah diderita. Jumlah uang pertanggung yang Anda terima bisa mencapai ratusan juta rupiah sehingga Anda tidak akan mengalami kerugian besar dan bahkan bisa membeli mobil baru.

Oleh karena itu, segera beli car insurance sekarang juga. Ingat untuk memilih perusahaan yang menyediakan produk asuransi yang berkualitas agar Anda tidak menyesal dan membuang-buang uang.

Ragam Alasan Pihak Asuransi Mobil Menolak Klaim

Banyak pemegang polis asuransi mobil merasa kesal dan kecewa karena mereka tidak berhasil mendapatkan uang pertanggungan atau uang ganti rugi setelah mengajukan klaim. Hal ini terjadi karena klaim mereka tidak diterima oleh pihak asuransi. Mereka biasanya marah-marah dan menumpahkan kekesalan mereka dengan menghina atau berprasangka buruk terhadap perusahaan asuransi. Padahal pihak asuransi sudah menjalankan prosedur yang sudah ada. Tahukah Anda apa alasan mereka menolak klaim tersebut? Tentu mereka memiliki alasan tersendiri mengapa melakukan hal tersebut dan beberapa alasan umum mereka adalah:

Nasabah sering menunggak premi

Bila uang pertanggungan atau ganti rugi merupakan hak dari pemegang polis, premi adalah kewajiban mereka yang sudah seharusnya dibayar setiap tahun sesuai ketentuan berlaku. Apabila mereka tidak membayar atau sering menunggak, hak mereka pun akan bernasib sama yang mana pihak asuransi tidak akan memberikan hak mereka sebelum mereka melunasi tunggakan. Ini adalah alasan yang cukup kuat untuk menolak klaim yang dilakukan oleh nasabah dan nasabah pun tidak bisa berkelit bila sudah mengetahui alasannya. Namun, bila nasabah berusaha untuk menyelesaikan premi-premi yang belum mereka bayar secepatnya, pihak asuransi bisa saja memproses klaim karena sudah ada prilaku baik dan sikap bertanggung jawab yang dilakukan oleh nasabah. Bila hal ini tidak dilakukan dan nasabah tetap komplain atau menjelek-jelekkan pihak asuransi, mereka bisa saja dituntut dan harus menghadapi kasus pencemaran nama baik.

Kronologis yang disampaikan tidak sesuai dengan keterangan pihak kepolisian atau saksi

Pihak asuransi akan mengecek kronologis kejadian yang disampaikan oleh pemegang polis dengan keterangan pihak kepolisian atau saksi. Apabila dari keterangan yang didapat terdapat sedikit perbedaan, pihak asuransi bisa memakluminya karena bisa saja pemegang polis yang mengalami kejadian sempat tidak sadarkan diri atau lupa pada beberapa bagian peristiwa. Di sisi lain, jika keterangan yang didapat melenceng jauh, tentu mereka tidak akan memproses klaim tapi justru menolaknya. Hal ini mereka lakukan karena mereka menganggap bahwa sudah ada indikasi penipuan dalam klaim tersebut. Misalnya, jika nasabah mengatakan bahwa kecelakaan terjadi karena dia ditabrak mobil lain dan menabrak pohon tapi dari keterangan yang didapat, nasabah ternyata mengalami kecelakaan tunggal yang mengakibatkan mobil menabrak pohon. Bisa pula, nasabah mengaku bahwa mobilnya diserempet orang tidak dikenal tapi menurut keterangan yang didapat, lecet pada mobil nasabah disebabkan oleh kelalaian mereka ketika memarkirkan mobil atau karena disenggol oleh kendaraan kerabat mereka sendiri. Dengan adanya perbedaan keterangan ini, jelas pihak asuransi tidak bisa menerima klaim begitu saja.

SIM dan STNK tidak sesuai dengan mobil yang mengalami kerusakan/hilang

SIM dan STNK harus dibawa dan ditunjukkan atau setidaknya fotokopi dari kedua dokumen ini harus dilengkapi ketika mengajukan klaim. Masalahnya adalah sejumlah nasabah yang melakukan klaim sudah melengkapi dokumen ini tapi baik SIM atau STNK yang disertakan tersebut tidak sesuai dengan mobil yang mengalami kerusakan atau hilang. Jelas ini merupakan salah satu indikasi tindak penipuan yang tidak bisa ditolerir oleh pihak asuransi. Mereka sudah pasti akan langsung menolak klaim yang sudah diajukan karena menganggap bahwa nasabah sudah mencoba melakukan penipuan. Ya, pihak asuransi akan mengecek kedua berkas tersebut sebelum memproses klaim dan memastikan bahwa berkas sesuai dengan kendaraan yang mengalami kerugian. Bila cocok, mereka akan memproses klaim dan bila tidak, mereka akan langsung menolak klaim.